xensasi

judulnya seperti iklan salah satu operator selular….   😉

naik motor itu sensasinya bu…..  😀   muaantafff

saya bekerja, karena senang, adrenalin saya terpacu, bangga karena hasil kerja saya dapat berguna bagi perusahaan. …  😀

kalimat diatas, sangat sering saya dengar, saya sangat menghargai orang-oarng tersebut. karena melakukan sesuatu dengan passion

semua itu dapat terjadi karena kita dapat mengendalikan perasaan kita.

perasaaanlah yang menentukan keputusan kita. Perasaan yang menentukan perilaku kita. Kalau hati kita senang, keputusan kita menjadi cerdas dan inovatif. Kalau hati kita gembira, maka kita lebih tahan stress apapun. Sebaliknya kalau suasana hati kita kacau balau, maka keputusan kita menjadi buruk. Kalau hati kita marah dan kecewa, maka gangguan sedikit saja akan melumpuhkan kita.

kita perlu memilih jati diri kita, dunia kita, tanggung jawab kita, strategi kita, cara pandang kita, gaya hidup kita, mana yang menurut kita paling mulia. Berpegang teguh di situ, dengan segala konsekuensinya.

Kalau kita sudah mengetahui sesuatu yang pasti kita akan langgar, maka janganlah membuat janji atau aturan. karena pasti kita akan ingkar.

seperti halnya kalimat diatas, naik motor itu sensasinya…. tapi liat saja dijalan-jalan (maaf untuk pengendara sepeda motor) sepanjang arah saya pergi dan pulang bekerja, hampir semua pengendara sepeda motor berjalan melawan arus. apakah sensasi sebanding, dengan akibat yang bakal terjadi ???

berjalan dijalan raya sekarang ini lebih nyaman kalau di tol, ya karena tol adalah jalan bebas hambatan. tapi bukan itu maksudnya, jalan di tol, semua berjalan searah, tidak ada yang melawan arah.  kita mengemudi lebih tenang, perasaan juga nyaman. sangat berbeda ketika kita berjalan dijalan raya yang bukan tol, kanan dan kiri kita penuh dengan motor, berjalan bukan di kiri atau kanan lagi, tetapi di tengah, posisi kiri motor searah dengan kita, posisi kanan motor yang melawan arah. mereka tidak takut lagi, karena kalaupun ketangkap polisi, bisa diselesaikan dengan “damai”.  polisi saja, yang jelas-jelas terlihat di perempatan, mereka tidak takut lagi, apalagi terhadap Tuhan yang tidak terlihat ?? apakah mereka takut apabila melakukan sesuatu yang melanggar?

Saya punya rasa ingin tahu yang besar. Dan ini mendorong saya untuk berusaha tahu banyak hal. Memang ini menjadi kesenangan. Cuma akibatnya tidak selalu baik.

Dan terlebih kalau kita punya rasa tanggung jawab besar. Kalau merasa banyak tahu, kita jadi merasa bisa memikul tanggung jawab pada banyak hal.

Padahal, sekali orang memikul tanggung jawab, dia harus fokus, Tekun  dan Menjalankan komitmennya.

Kalau kita punya persepsi negatif, maka tahu banyak bisa berarti mengenali banyak masalah dan ancaman.

 

I don’t know and I don’t care

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*