Oleh-Oleh Lebaran

Silaturahmi lebaran sudah selesai, waktunya mempersiapkan rencana untuk hari-hari selanjutnya. Lebaran kemarin, dapat oleh-oleh buku bagus karangan  mbah kin yang terbaru, karena banyak makna dan pelajaran yang terkandung dalam buku ini.

 

berikut cuplikan dalam salah satu bab dalam buku ini.

 

Proses berpikir arif seperti digambarkan dalam lambang Ponokawan. Dalam pewayangan dikenal “Ponokawan” yaitu sekelompok abdi yang mendampingi seorang tokoh satria. Wujud Ponokawan adalah Semar, Gareng, Petruk dan Bagong. Semar itu Bapaknya sedangkan Gareng, Petruk dan Bagong adalah anak-anaknya. Sebagai abdi mereka sangat setia dengan sikap perilaku yang riang gembira serta trampil dan santun menyampaikan saran-saran yang arif bijaksana. Karena itu satria yang diikuti selalu dapat menempuh jalan hidup yang benar dan berhasil membuat karya-karya berguna bagi kesejahteraan masyarakt luas.

 

Ponokawan memiliki makna estetika dan etika. Secara estetis Ponokawan menampilkan gambaran hidup yang indah dikala senang dan susah. Namun, yang lebih penting adalah makna etis atau falsafahnya. “Pono” artinya tahu, “kawan” adalah sahabat. Jadi Ponokawan adalah sahabat yang tahu. Tahu mengandung makna yang luas dan dalam, tahu yang benar – salah, hak batil, baik-buruk dan lain-lain.¬† Sahabat kita yang tahu secara visual digambarkan sebagai Semar, Gareng,Petruk dan Bagong, namun pada hakikat adalah hati nurani atau kalbu. Kalbu yang suci dan dapat menuntun manusia ke jalan illahi.

di samping sebagai cerminan hati nurani, Ponokawan juga melambangkan daya karsa, cipta, rasa dan karya dari manusia.

 

Semar adalah lambang karsa yang tampak dalam wujud Semar yang gemuk bulat, lelaki tetapi seperti wanita, dewa yang menjadi manusia. Semar seperti halnya karsa atau keinginan, cita-cita yang tampak samar dan ideal.

 

Gareng adalah lambang cipta atau daya nalar, tergambar pada bentuknya yang serba cacat, jalannya pincang selalu hati-hati tak ubahnya sifat berfikir rasional yang serba analitis dan penuh asumsi.

 

Petruk adalah lambang rasa, tergambar pada tubuh Petruk yang tinggi dan tingkah laku yang luwes. Tak ubahnya seperti sifat rasa yang cenderung berlebihan apakah rasa senang, marah, sabar dan lain-lain.

 

Bagong melambangkan karya. Karena itu bentuk bagong mirip semar. hasil karya yang baik akan mendekati cita-cita atau idenya.

 

Daya cipta, rasa dan karsa ini kalau dipadukan dalam proses yang sinergis akan melahirkan karya manusia yang berguna, berupa amal sholeh. Karsa yang ideal agar menjadi karya yang baik, harus ditempuh melalui proses cipta atau penalaran yang dipadukan dengan pertimbangan rasa. Oleh karena itu seyogyanya setiap manusia dapat mengembangkan daya Ponokawan itu dalam dirinya agar hidup selamat dan bermaanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*